home Web HTML 5 : Tanpa Plug-in, Multimedia Tetep Jalan

HTML 5 : Tanpa Plug-in, Multimedia Tetep Jalan

HTML5 adalah versi terbaru dari Hypertext Markup Language, pengembangan dan sekaligus diharapkan sebagai penerus dari HTML versi 4, XHTML 1 dan DOM Level 2 HTML. HTML5 diharapkan dapat mengurangi penggunaan plugin tambahan seperti Adobe Flash, Microsoft Silverlight, dan Sun JavaFX.
Ide dasar dari HTML5 berasal dari Web Applications 1.0 yang dikerjakan oleh The Web Hypertext Application Technology Working Group (WHATWG) yang sudah mulai dikerjakan sejak tahun 2004. Spesifikasi HTML5 diadopsi oleh kelompok kerja pada W3C tahun 2007, kelompok kerja ini mempublikasikan First Public Working Draft pada 22 januari 2008.

Elemen baru di HTML 5
    Demi mewujudkan struktur halaman web yang lebih baik semantik dan aksesibilitasnya, dikenalkanlah beberapa elemen baru, diantaranya:
section serupa seperti h1-h6.
article bisa berupa entri blog atau tulisan konten.
aside menyajikan konten pelengkap.
header bisa menyajikan judul, deskripsi, bahkan nav untuk navigasi.
footer berisi catatan kaki seperti informasi hak cipta, penulis, kontak, dan sebagainya.
dialog yang dikombinasikan dengan dt dan dd (seperti pada halaman FAQ) dapat digunakan untuk menyajikan percakapan.
penggunaan elemen figure, video, audio, source, embed, canvas, dan elemen terkait berkas multimedia lainnya. Elemen ini memungkinkan memutar file audio maupun video secara native pada browser tanpa menggunakan plugin tambahan.

Atribut baru di HTML 5
    Dikenalkan pula beberapa atribut baru, seperti:
atribut media, ping pada elemen pranala,
autofocus, placeholder, required, autocomplete, dan sebagainya, terkait elemen input dan form,
 reversed pada elemen ol untuk urutan besar ke kecil.

Perubahan makna elemen
    Ada beberapa elemen yang berubah makna, diantaranya:
Elemen b dilegalkan sebagai tipografi penegas, seperti pada kata kunci yang ingin ditonjolkan, tidak ‘deprecated’ (bukan fitur yang dianggap usang). Tidak lebih dari itu. Jadi tetap tidak bermakna semantik tertentu. Hal yang sama berlaku pula untuk elemen i. Elemen strong menegaskan level kepentingan, bukan sekadar penekanan emphasis lagi.
Elemen hr dapat digunakan untuk memisahkan level paragraf sesuai pokok pikirannya.

Elemen dan atribut yang tidak digunakan
    Berikut ini beberapa elemen dan atribut yang tidak lagi muncul pada HTML 5:

  • center,
  • font,
  • strike, u, big,
  • frame, frameset, noframes,
  • acronym,
  • longdesc,
  • scope pada td,

HTML 5 Web Socets
    HTML 5 Web Sockets efektifnya merupakan mekanisme baru untuk menciptakan socket komunikasi duplex penuh antara web browser dan server. Sekarang ini terdapat model yang berurusan dengan permintaan untuk merespon. Sehingga browser harus meminta informasi jika anda menginginkan informasi baru dari server. Dengan web sockets, server sekarang bisa mendorong informasi ke browser kapanpun server memilih untuk melakukannya. Ini merupakan perubahan yang paling mendasar. Anda akan mendapatkan pengalaman web interaktif yang kapanpun server tersebut memiliki kegiatan/jadwal baru, ia bisa mengantarkannya ketika informasi tersebut sudah siap langsung ke browser, tanpa harus diminta oleh browsernya.

Sumber:
http://en.wikipedia.org/wiki/HTML_5
http://www.sda-indo.com/sda/interview/psecom,id,153,nodeid,27,_language,Indonesia.html
http://daniiswara.net/2009/09/06/mencoba-html-5/

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *