home Berita Parodi Video Kekerasan dan Pelecehan Remaja Putri Bali

Parodi Video Kekerasan dan Pelecehan Remaja Putri Bali

Beberapa hari belakangan ini muncul sebuah video kekerasan yang dilakukan oleh sekelompok remaja putri yang menamakan diri mereka Cewek Macho Performance (CMP). Korbannya tidak lain dan tidak bukan adalah anggota dari geng tersebut juga. Pada video berdurasi 5 menit 37 tersebut, terlihat seorang remaja perempuan yang dikerubuti beberapa teman wanitanya. Seorang diantaranya kemudian menempeleng remaja itu beberapa kali, seorang lainnya menjambak rambutnya dan akhirnya pakaian remaja itu digunting sehingga nyaris telanjang.

Dari pembicaraan yang terekam dengan bahasa Indonesia campur Bali itu, terdengar seorang dari mereka menagih uang sebesar Rp 200 ribu kepada korban. Setelah itu, sejumlah pukulan dilayangkan ke muka korban yang berbaju ungu, yang cuma bisa menangis.  Lebih heboh lagi, pakaian korban kemudian digunting sehingga korban tampak hanya mengenakan celana dalam. Kekerasan berlanjut di mana rambut korban pun menjadi korban guntingan. “Masih untung rambut kamu yang dipotong, daripada nyawa kamu!” kata salah seorang pelaku. Kemudian korban didorong hingga tersungkur. Untungnya, saat itu ada seorang ibu yang memergoki mereka sehingga para pelalu langsung kabur dengan motornya. Video kekerasan serupa dulu pernah beredar di Pati dengan pelakunya pelajar wanita, yang menamakan diri mereka geng Nero alias neko-neko (macam-macam) dikeroyok.

Heboh video kekerasan remaja putri di Bali belakangan akhirnya terungkap. Video itu ternyata diunggah salah seorang pelaku kekerasan yang diketahui geng motor Cewek Macho Performance (CMP) ke jejaring sosial. Maksudnya untuk mempermalukan KA, 16 tahun, gadis korban kekerasan itu, di ranah publik. Namun ternyata, hal itu malah berbalik dan kemudian justru membuat kasus ini terungkap.

Menurut KA, dari tujuh penganiaya, satu di antaranya, yaitu RN, membuat gambar. Namun, salah seorang dari pengeroyok, MR, yang kala itu mengenakan kaus hijau, meminta video itu ke RN dan berniat mengunggah video itu. “Kejadiannya sudah bulan Desember,” ujarnya di Denpasar, Selasa, 7 Februari 2012. Niat mempermalukan itu akhirnya malah jadi bumerang bagi para pelaku. Begitu video itu diunggah, kecaman dan hujatan masyarakat datang bertubi-tubi melalui media jejaring sosial. Kasus ini bahkan akhirnya berujung pada laporan polisi. Polresta Denpasar kemarin melacak dan akhirnya membawa tujuh pelaku ke kantor polisi untuk diperiksa.

Namun kini, muncul sebuah video lain yang berisi parodi mengenai kekerasan tersebut. Video ini disebut-sebut merupakan hasil karya teater Kini Berseri yang terdiri dari anak-anak kuliahan (alumnus SMA N 2 Denpasar, SMA 6 N Denpasar, SMA Santo Yosep), siswa-siswi SMA (SMA N 2 Denpasar, SMA N 3 Denpasar). Video berdurasi 6 menit 7 detik tersebut menyebar dengan cepat melalui media sosial, salah satunya adalah pada situs berbagi video YouTube.com , acount nonmin1 mengupload video tersebut pada 7 februari 2012, pada deskripsi video, pengunggah menulis:

Video ini dibuat dengan itikad baik dan demi hiburan semata. Mohon maaf jika ada pihak yang tidak suka. Namun dibalik semua itu, kami berharap Kekerasan dan Pelecehan Seks di Bali – Indonesia bisa berkurang.
Mari bersama membangun generasi muda yang berkualitas dan penuh kreatifitas positif… I Love You All Friends….

berikut adalah videonya:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *