home Berita Eat Pray Love : Perjalanan Mencari Keseimbangan Hidup

Eat Pray Love : Perjalanan Mencari Keseimbangan Hidup

Eat pray love movie poster

Film yang diangkat dari buku (yang ditulis berdasarkan kisah nyata seorang penulis bernama Elizabeth Gilbert) ini menitikberatkan ceritanya pada lokasi. Italia, India, dan Indonesia. Bukan sekadar setting film, tapi memang memiliki makna khusus, seperti yang tertulis di judul: EAT (makan, di Italia yang terkenal dengan kekayaan kulinernya) PRAY(berdoa, mengasah jiwa spiritual dengan meditasi dan yoga di India) LOVE (mencari cinta, di tempat yang indah dan penuh cinta yaitu Bali, Indonesia).

Wajar kalau dari jauh-jauh hari saat film ini masih dalam proses syuting, penduduk Indonesia sudah antusias ini segera menonton Eat Pray Love demi melihat Bali. Warga Italia dan India mungkin tak seheboh ini menanggapi Eat Pray Love karena toh sudah ada puluhan film Hollywood yang menggambarkan kedua negara tersebut. Tapi Indonesia? Jarang. Kalaupun ada, porsinya tak terlalu banyak. Sedangkan di film ini, nyaris separuh film disyut di Bali.

Berikut sedikit resensinya semoga mengobati rasa penasaran bagi yang belum sempet nonton.

Pada waktu memasuki usia tiga puluh tahun, Elizabeth Gilberth memiliki semua yang diinginkan oleh seorang wanita Amerika modern, terpelajar, ambisius — suami, rumah, karir yang cemerlang. Tetapi ia bukannya merasa gembira dan puas, tetapi malah menjadi panik, sedih dan bimbang. Ia merasakan perceraian, depresi, kegagalan cinta dan kehilangan pegangan akan arah hidupnya.

Untuk memulihkan ini semua, Elizabeth Gilbert mengambil langkah yang radikal. Dalam pencarian akan jati dirinya, ia menjual semua miliknya, meninggalkan pekerjaannya, meninggalkan orang-orang yang dikasihinya dan memulai satu tahun perjalanan keliling dunia seorang diri. MAKAN, DOA, CINTA merupakan catatan kejadian di tahun pencarian tersebut. Keinginan Elizabeth Gilbert mengunjungi tiga tempat di mana dia dapat meneliti satu aspek kehidupannya, dengan latar belakang budaya yang secara tradisional telah mewujudkan aspek kehidupan tersebut dengan sangat baik.

Di Italia, ia belajar seni menikmati hidup, belajar bahasa Italia dan merajut kebahagiaan dengan menambah berat badannya sebanyak dua puluh tiga pound. India merupakan negara untuk belajar seni berdevosi, dengan bantuan seorang guru setempat dan seorang Texas yang bijaksana, ia memulai empat bulan penuh disiplin dalam eksplorasi spirituil.

Akhirnya, Indonesia, di sini ia akhirnya menemukan tujuan hidupnya: keseimbangan – yaitu bagaimana membangun hidup yang seimbang antara kegembiraan duniawi dan kebahagiaan surgawi. Mencari jawaban atas pertanyaan tersebut di pulau Bali, ia menjadi murid dari seorang dukun tua dari generasi ke sembilan dan ia juga jatuh cinta dengan cara yang sangat indah tanpa direncanakan.

Sebuah riwayat hidup yang disajikan secara gamblang, bijaksana, menggetarkan dan lucu mengenai pencarian jati diri. MAKAN, DOA, CINTA menggambarkan sesuatu yang dapat terjadi ketika kita mengklaim bertanggungjawab atas kebahagiaan hidup kita. Buku ini juga menggambarkan sebuah perjalanan hidup yang dapat terjadi ketika seorang wanita tidak hidup sesuai sengan aturan yang ada dalam masyarakatnya. Ini merupakan kisah yang menyentuh siapa pun yang sadar akan perlunya perubahan.

Masih penasaran? berikut saya sertakan juga trailer film ini

sumber: id.omg.yahoo.com, bukukita.com

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *